You Are Here : Home »

Purwaji: Akhyar Mesti Minta Maaf


PEKANBARU - JUJUR kok dibilang bohong. Kata-kata itu yang dilontarkan Anggota DPRD Kampar, Purwaji S.Sos usai membaca statemen Tim Media Center Firdaus-Ayat, M Akhyar di media online Rabu (22/6).

Purwaji dibilang bohong oleh Akhyar setelah memberikan kesaksian di Mahkamah Konstitusi pada sidang gugatan Pemilukada Pekanbaru, Selasa (21/6). Dalam kesaksiannya, Wakil Ketua DPW PKB Riau itu mengungkapkan bahwa dirinya mendapat informasi soal pengerahan pemilih asal Kampar pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Usai mendapat laporan itu, Purwaji lantas membentuk tim kecil untuk membuktikan laporan itu benar.

Bersama sekretaris DPW PKB Kota Pekanbaru, Zulkifli ia menuju TPS 04 Kutilang Sakti Tampan dan di sekitar pukul 10.55 wib berhasil menangkap tangan seorang joki asal Kampar yang bernama Murteza Ilham.

"Kesaksian Purwaji itu bohong dan direkayasa," kata Akhyar menanggapi kesaksian Purwaji itu.

Atas tuduhan berbohong itu, Purwaji mengatakan bahwa itu sangat keji dan menyerang harga diri dan martabat dirinya selaku seorang yang telah bersaksi di bawah sumpah.

"Tuduhan itu keji dan menyakitkan, mudah-mudahan Allah membukakan pintu hati Akhyar yang telah menuduh saya sedemikian rupa. Sebab demi Allah saya tidak berbohong dan menyampaikan apa adanya seperti yang saya alami," katanya yang mengaku prihatin karena statemen dan berita fitnah terhadap Purwaji tersebut disebarluaskan melalui media jejaring sosial oleh tim sukses PAS.

Purwaji menegaskan, dirinya menjadi saksi di MK karena terpanggil mengungkap kebenaran dan membongkar kecurangan yang dilakukan oleh PAS. "Semua kecurangan PAS terkait joki asal Kampar ini adalah benar dan kita memiliki bukti dan saksi-saksi. Jadi siapa sebenarnya yang berbohong, saya atau Akhyar?," kata Purwaji yang menyebutkan dirinya terlibat dalam pilkada Pekanbaru selaku utusan partai dan Wakil Ketua DPW PKB Riau.

Oleh karena itu, ia meminta agar tim sukses PAS tidak terlalu reaktif menanggapi kesaksian BERSERI dalam mengungkapkan ketidakberesan pelaksanaan Pilkada. Tidak hanya itu, atas pencemaran nama baiknya yang telah dilakukan Akhyar, Purwaji meminta yang bersangkutan untuk meminta maaf secara terbuka karena hal tersebut tidak hanya mencemarkan nama baiknya tapi juga telah merendahkan martabatnya sebagai anggota DPRD. "Sekali lagi saya katakan, apa alasan saudara Akhyar menyebutkan saya berbohong? Saya punya bukti otentik bahwa memang ada praktek perjokian di pilkada berlangsung," ujarnya lagi. (tim)

About The Author

Setara Indonesia

Biographical Info - Share a little biographical information to fill out your profile. This may be shown publicly.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Goodnews is a News Magazine theme with unlimited colors, available for Blogger.

Scroll to top