Cuaca Ekstrim diminta waspada
PEKANBARU (Rakyat Riau) - Bupati/Walikota diminta untuk mewaspadai terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah masing-masing, karena dalam beberapa hari terakhir cuaca di Riau cukup panas, bahkan suhu udara mencapai 37 derjat celcius lebih.
"Untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla, kita telah mengirim surat edaran ke Bupati/walikota se-Riau, mereka kita minta proaktif melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan, Desa/Kelurahan dan juga Masyarakat siaga api, dalam rangka menganatisipasi terjadinya Karhutla," ujar wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit kepada wartawan, Selasa (10/2).
Mambang mengatakan, dari data yang diperolehnya berdasarkan pantauan satelit NOA, pada hari Senin tanggal 9 Mei 2011, terdapat 109 hot spot di Riau dan di Sumatera sebanyak 136 hot spot. "Memang untuk Sumatera yang terbanyak di Riau, dan daerah yang paling banyak dijumpai adalah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yakni 36 hot spot," jelasnya.
Namun demikian Mambang mengakui kalau hingga saat ini belum ada informasi dari daerah tentang terjadinya Karhutla, karena hot spot yang terpantau oleh satelit NOA ini bisa jadi bukan titik api, karena diakibatkan cuaca yang cukup panas sehingga muncul dan terpantau hot spot oleh satelit NOA.
Lebih lanjut Mambang menjelaskan, Kabupaten/Kota diminta untuk memonitor karhutla di daerah masing-masing, jika terjadi Karhutla diminta secepatnya menangulangi, jika Karhutlanya terjadi di desa, pihak desa tidak sanggup mengatasinya agar melaporkan ke Kecamatan, dan jika pihak Kecamatan juga tidak sanggup menanggulanginya diminta untuk melaporkan ke pihak kabupaten/Kota.
"Begitu juga dengan Kabupaten/Kota, jika mereka tidak mampu menangulangi, diminta untuk melapor ke Provinsi, dan provinsi jika tidak sanggup juga akan meminta bantuan dari Pemerintah pusat," ungkapnya. (nik)
"Untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla, kita telah mengirim surat edaran ke Bupati/walikota se-Riau, mereka kita minta proaktif melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan, Desa/Kelurahan dan juga Masyarakat siaga api, dalam rangka menganatisipasi terjadinya Karhutla," ujar wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit kepada wartawan, Selasa (10/2).
Mambang mengatakan, dari data yang diperolehnya berdasarkan pantauan satelit NOA, pada hari Senin tanggal 9 Mei 2011, terdapat 109 hot spot di Riau dan di Sumatera sebanyak 136 hot spot. "Memang untuk Sumatera yang terbanyak di Riau, dan daerah yang paling banyak dijumpai adalah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yakni 36 hot spot," jelasnya.
Namun demikian Mambang mengakui kalau hingga saat ini belum ada informasi dari daerah tentang terjadinya Karhutla, karena hot spot yang terpantau oleh satelit NOA ini bisa jadi bukan titik api, karena diakibatkan cuaca yang cukup panas sehingga muncul dan terpantau hot spot oleh satelit NOA.
Lebih lanjut Mambang menjelaskan, Kabupaten/Kota diminta untuk memonitor karhutla di daerah masing-masing, jika terjadi Karhutla diminta secepatnya menangulangi, jika Karhutlanya terjadi di desa, pihak desa tidak sanggup mengatasinya agar melaporkan ke Kecamatan, dan jika pihak Kecamatan juga tidak sanggup menanggulanginya diminta untuk melaporkan ke pihak kabupaten/Kota.
"Begitu juga dengan Kabupaten/Kota, jika mereka tidak mampu menangulangi, diminta untuk melapor ke Provinsi, dan provinsi jika tidak sanggup juga akan meminta bantuan dari Pemerintah pusat," ungkapnya. (nik)
Tidak ada komentar: