Riau harap Dana
PEKANBARU (Rakyat Riau) - Berbagai peluang daerah untuk dapat alokasi dana APBN perlu disikapi secara arif dan bijaksana. Jika tidak maka hanya akan tersalurkan ke suatu daerah saja tanpa ada azas pemerataan. Salah satunya peluang perlu dikejar tersebut adalah untuk program pengembangan kawasan perbatasan dan pulau terpencil.
Sebab jika tidak dilakukan pengembangan kata Anggota Komisi A DPRD Riau Zulkarnaen SH MH, Rabu (11/5) di ruang kerja, dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh pihak asing. Belum lagi pencurian hasil alam Indonesia seperti ikan, pasir dan lain sebagainya.
“Kemudian yang sering terjadi konflik pelanggaran perbatasan antara negara. Pemerintah pusat telah membuat programnya. Bagi kita di Riau yang juga terletak di perbatasan merlu mendapatkan alokasi dana tersebut. Dari sisi posisi kita terletak di antara dua benua dan dua samudera, dilewati jalur perdagangan bebas dunia. Sayang kalau kita tidak memanfaatkannya,” terang Zulkarnaen.
Secara kedaulatan, maka Riau perlu menjaga NKRI, hanya saja tidak bisa menggunakan dana sendiri. Tapi harus didukung oleh dana pusat. Karena masalah hubungan luar negeri, pertahanan dan keamanan ada di tangan pemerintah pusat.
“Kita di daerah hanya ikut saja. Kita inginnya dilibatkan sehingga Riau turut berpartisipasi dalam menjaga keutuhan NKRI, turut memajukan kemakmuran rakyat. Riau dinilai layak untuk mendapat bagian dari program tersebut. Kita memiliki banyak pulau-pulau terpencil yang berada perbatasan dengan negara tetangga,” jelasnya.
Zulkarnaen melihat pusat memberi perhatian lebih besar kepada kawasan perbatasan sebagai. Berbagai program pengelolaan kawasan perbatasan dan pulau terluar dibuat pemerintah dengan menelan anggaran yang cukup besar. Tinggal lagi Riau yang harus melakukan pendekatan agar turut andil dalam program tersebut.(yok)
Sebab jika tidak dilakukan pengembangan kata Anggota Komisi A DPRD Riau Zulkarnaen SH MH, Rabu (11/5) di ruang kerja, dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh pihak asing. Belum lagi pencurian hasil alam Indonesia seperti ikan, pasir dan lain sebagainya.
“Kemudian yang sering terjadi konflik pelanggaran perbatasan antara negara. Pemerintah pusat telah membuat programnya. Bagi kita di Riau yang juga terletak di perbatasan merlu mendapatkan alokasi dana tersebut. Dari sisi posisi kita terletak di antara dua benua dan dua samudera, dilewati jalur perdagangan bebas dunia. Sayang kalau kita tidak memanfaatkannya,” terang Zulkarnaen.
Secara kedaulatan, maka Riau perlu menjaga NKRI, hanya saja tidak bisa menggunakan dana sendiri. Tapi harus didukung oleh dana pusat. Karena masalah hubungan luar negeri, pertahanan dan keamanan ada di tangan pemerintah pusat.
“Kita di daerah hanya ikut saja. Kita inginnya dilibatkan sehingga Riau turut berpartisipasi dalam menjaga keutuhan NKRI, turut memajukan kemakmuran rakyat. Riau dinilai layak untuk mendapat bagian dari program tersebut. Kita memiliki banyak pulau-pulau terpencil yang berada perbatasan dengan negara tetangga,” jelasnya.
Zulkarnaen melihat pusat memberi perhatian lebih besar kepada kawasan perbatasan sebagai. Berbagai program pengelolaan kawasan perbatasan dan pulau terluar dibuat pemerintah dengan menelan anggaran yang cukup besar. Tinggal lagi Riau yang harus melakukan pendekatan agar turut andil dalam program tersebut.(yok)
Tidak ada komentar: