Kementan bantu 29 M Gapoktan Riau
JAKARTA (Rakyat Riau) - Sebanyak 290 desa dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Provinsi Riau akan memperoleh bantuan dari Kementrian Pertanian dalam bidang Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tahun 2011 senilai Rp 29 Miliar. Bantuan tersebut mayoritas hasil perjuangan dari anggota DPR RI dari pemilihan Riau maupun Dinas Pertanian Provinsi Riau.
Menurut anggota komisi IV DPR RI Wan Abubakar dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/5) kemarin, usulan bantuan PUAP yang berhasil diperjuangkan secara langsung melalui kegiatan aspirasi masyarakat sebanyak 80 kelompok tani (Gapoktan) masing-masing senilai Rp100juta/Gapoktan sehingga total bantuan Rp8 Miliar.
Menurut Wan, bantuan yang merupakan usulan atau inisiatif dari dirinya sebagai wakil rakyat dari pemilihan Riau akan dialokasikan kepada tujuh kabupaten/kota atau wilayah dapil Riau 1, yakni Kota Pekanbaru, Dumai dan Kabupaten Rohul, Rohil, Bengkalis, Meranti dan sebagian Kampar.
Secara rinci Wan mengungkapkan Meranti menyumbang desa terbanyak memperoleh bantuan Kementan yakni 25 desa, disusul Kampar (24), Bengkalis (18), Dumai (10), Rohil (13), Rohul (12), Pekanbaru (6). “Kampar hanya sebagian saja yang memperoleh bantuan, yang berhasil saya perjuangkan. Sisanya dari anggota DPR RI Riau lainnya, “ ujar Wan.
Wan mengatakan direncanakan bulan Juli nanti akan bisa dicairkan oleh Kementrian Pertanian melalui transfer ke rekening Bendahara Gapoktan yang memperoleh bantuan di desa tersebut. Dalam proses pengiriman bantuan dari Kementan itu, Wan menegaskan tak ada perantara atau akan dipungut persentase/kutipan.
Ketua DPP PPP itu berharap Dinas Pertanian di Riau bisa bekerjasama dengan Gapoktan yang memperoleh bantuan dari Kementan tersebut. “Sesuai aturan dan persyaratan dari program PUAP, tak ada biaya pungutan dalam proses pencairan bantuan itu,“ katanya.
Wan menegaskan sejatinya empat anggota DPR RI dapil Riau di komisi IV memperoleh alokasi bantuan sebanyak 80 Gapoktan. Namun setelah diverifikasi oleh Kementan, yang berhasil lolos dan direalisasi memperoleh bantuan sebanyak 290 desa.
Dari data yang diperoleh Rakyat Riau, kabupaten lain juga memperoleh bantuan Kementan melalui perjuangan tiga anggota DPR RI dapil Riau lainnya yakni Hj. Nurliah, Adi Sukemi (FPG) dan Ian Siagian. Inhil adalah merupakan Kabupaten yang terbanyak memperoleh bantuan Kementan yakni 58 desa, diikuti oleh Inhu (42), Pelalawan (34), Siak, Kampar (24) dan Kuansing (22). (rr1)
Menurut anggota komisi IV DPR RI Wan Abubakar dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/5) kemarin, usulan bantuan PUAP yang berhasil diperjuangkan secara langsung melalui kegiatan aspirasi masyarakat sebanyak 80 kelompok tani (Gapoktan) masing-masing senilai Rp100juta/Gapoktan sehingga total bantuan Rp8 Miliar.
Menurut Wan, bantuan yang merupakan usulan atau inisiatif dari dirinya sebagai wakil rakyat dari pemilihan Riau akan dialokasikan kepada tujuh kabupaten/kota atau wilayah dapil Riau 1, yakni Kota Pekanbaru, Dumai dan Kabupaten Rohul, Rohil, Bengkalis, Meranti dan sebagian Kampar.
Secara rinci Wan mengungkapkan Meranti menyumbang desa terbanyak memperoleh bantuan Kementan yakni 25 desa, disusul Kampar (24), Bengkalis (18), Dumai (10), Rohil (13), Rohul (12), Pekanbaru (6). “Kampar hanya sebagian saja yang memperoleh bantuan, yang berhasil saya perjuangkan. Sisanya dari anggota DPR RI Riau lainnya, “ ujar Wan.
Wan mengatakan direncanakan bulan Juli nanti akan bisa dicairkan oleh Kementrian Pertanian melalui transfer ke rekening Bendahara Gapoktan yang memperoleh bantuan di desa tersebut. Dalam proses pengiriman bantuan dari Kementan itu, Wan menegaskan tak ada perantara atau akan dipungut persentase/kutipan.
Ketua DPP PPP itu berharap Dinas Pertanian di Riau bisa bekerjasama dengan Gapoktan yang memperoleh bantuan dari Kementan tersebut. “Sesuai aturan dan persyaratan dari program PUAP, tak ada biaya pungutan dalam proses pencairan bantuan itu,“ katanya.
Wan menegaskan sejatinya empat anggota DPR RI dapil Riau di komisi IV memperoleh alokasi bantuan sebanyak 80 Gapoktan. Namun setelah diverifikasi oleh Kementan, yang berhasil lolos dan direalisasi memperoleh bantuan sebanyak 290 desa.
Dari data yang diperoleh Rakyat Riau, kabupaten lain juga memperoleh bantuan Kementan melalui perjuangan tiga anggota DPR RI dapil Riau lainnya yakni Hj. Nurliah, Adi Sukemi (FPG) dan Ian Siagian. Inhil adalah merupakan Kabupaten yang terbanyak memperoleh bantuan Kementan yakni 58 desa, diikuti oleh Inhu (42), Pelalawan (34), Siak, Kampar (24) dan Kuansing (22). (rr1)

Tidak ada komentar: