Muhaimin Terima Laporan PKB Riau
JAKARTA (Rakyat Riau) — Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta Ketua DPW PKB Riau Abdul Wahid segera konsolidasi menyiapkan kepengurusan DPW PKB Riau periode 2011-1016 dan verifikasi parpol menjelang penyelenggaraan pemilu tahun 2014. Langkah tersebut diharapkan agar PKB ke depan tidak lagi menjadi terkotak-kotak, melainkan menjadi solid dalam menghadapi persaingan pemilu 2014 nanti.
Demikian arahan Muhaimin yang didampingi oleh Ketua DPP Marwan Jakfar dan Korwil PKB Riau Hanif Dakhiri saat menerima laporan Muswil PKB Riau di kantor DPP PKB bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (10/5) malam. Dalam laporannya Abdul Wahid yang juga Sekretaris Formatur, didampingi Ketua Dewan Syuro PKB Riau (ketua formatur) KH Abdurrahman Kaharuddin, dan anggota formator (Pjs PKB Riau) Purwaji, dan Dani M. Nursalam serta Misriadi.
“Ketum mengarahkan agar kami secepatnya melakukan verifikasi parpol, agar beban menghadapi pemilu selesai. Selanjutnya tinggal konsolidasi dan berpikir makro tentang pemenangan pemilu 2014 nanti, “ ujar Wahid.
Ditambahkan Wahid, Muhaimin menyarankan agar dalam menyusun kepengurusan PKB Riau mampu merangkul semua golongan atau komponen baik dari kalangan Nahdlatul Ulama dan stakeholder lainnya. Direncanakan Ketum akan melantikan PKB Riau sekaligus perayaan Harlah PKB di Riau pada bulan Juni nanti. “Harus ada nuansa rekonsiliasi dan Muswil PKB bisa menyelesaikan semua persoalan di Riau yang tersisa, “ katanya.
Menyangkut hasil Muswil, Wahid mengatakan bahwa seluruh tim formatur telah menyepakati bahwa tak ada lagi persoalan internal setelah melaporkan ke DPP PKB. PKB Riau selain memfokuskan diri agar bisa memenuhi semua syarat verifikasi parpol sesuai UU Pemilu terpenuhi dan PKB lolos dalam seleksi pemilu, target lainnya adalah PKB Riau mempu meraih 15 persen suara pada pemilu 2014 nanti.
Wahid menegaskan target 15 persen suara di pemilu 2014 nanti terbilang realistis, karena pihaknya telah menemukan beberapa strategi dan formula khusus dari hasil analisa dan potensi yang dimiliki kader PKB Riau. Selain perolehan PKB Riau hanya 5 persen di pemilu 2009 dan 3 persen di Pemilu 2004, dari hasil kalkulasi politiknya, pemilu 2014 nanti diperkirakan dari 24 parpol (tahun 2009) yang berhasil lolos seleksi hanya 15 parpol.
“Jadi target 15 persen di Riau itu kalkulasi realistis mengingat target DPP PKB secara nasional saja 20 persen. Dan menyangkut strategi itu tentu tak bisa kami publikasikan, “ ujarnya.
Kalkulasi lainnya kata Wahid adalah dari hitunganya bahwa basis utama suara NU maupun kalanagan ahlussunnah wal jammah yang bisa dimanage secara kultur di Riau mencapai 60 persen. Karenanya, Wahid berpandangan komunitas itu menjadi penting untuk diperhatikan dan dipelihara sebagai pendulang suara PKB di pemilu 2014 nanti. “Dengan 60 persen ini, maka 15 persen itu realistis, tergantung komunikasi terhaerap konsituen NU bisa tetpat sasaran,” ujarnya.
Abdul Wahid akhirnya terpilih sebagai Ketua DPW PKB periode 2011-2016 setelah Kamis (28/4) malam, terpilih secara aklamasi. Dalam Muswil itu, Wahid yang menggantikan Riki Hariansyah, memperoleh dukungan lebih dari lima suara, mengalahkan M Dunir yang hanya memperoleh satu suara. Muswil juga menetapkan H Abdul Rohman Kaharuddin sebagai Ketua Dewan Syuro PKB Riau periode 2011-2016 setelah didukungan 11 suara DPC PKB se-Riau saat penjaringan calon. “Setelah SK kepengurusan keluar, kami akan langsung menggelar Raker PKB,“ kata Wahid.(rr1)
Tidak ada komentar: