Tolak Rekayas Aklamasi SDA
Tolak Rekayas Aklamasi SDA
DPC Indonesia Timur Mendukung Akhmad Muqowam
DPC Indonesia Timur Mendukung Akhmad Muqowam
Ujung Pandang- Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan di Papua, Papua Barat dan Sulawesi Barat menolak pemaksaan aklamasi untuk memilih kembali Suryadharma Ali sebagai ketua umum dalam Muktamar VII PPP di Bandung awal Juli. Cara-cara seperti itu dinilai akan mengkerdilkan partai berlambang Ka’bah dan bertentangan dengan prinsip demokrasi yang seharusnya ditumbuh kembangkan di internal Partai Persatuan Pembangunan.
Hal itu terungkap dalam dialog interaktif antara kandidat Ketua Umum PPP Akhmad Muqowam dengan Pengurus DPC PPP se Papua, Papua Barat dan Sulawesi Barat, di Hotel Grand Clarion, Ujung Pandang, Selasa (24/5) malam. Rekayasa aklamasi untuk memilih kembali Suryadharma Ali alias SDA dipaksakan pada pertemuan di Hotel yang sama pada malam sebelumnya (23/5) terhadap DPC-DPC di wilayah Indonesia Timur.
Dalam acara Silaturahmi dan Dialog interaktif tersebut, Akhmad Muqowam disertai oleh rombongan DPP PPP diantaranya adalah : Anggota Majelis Syariah KH Masyhuri Malik, Sekretaris MPP Profesor HB Tamam Achda, Ketua DPP sekaligus Sekjen DPP PARMUSI Imam Suharjo, Ketua DPP Endin AJ Soefihara, Ketua DPW Jateng DR. Arief Mudatsir Mandan dan Mantan Anggota DPR RI Abdurrahman Sagaff.
“Kami akan tarik kembali tandatangan dukungan yang disodorkan pada kami, karena formulir serta pernyataan yang dipaksakan untuk ditandatangani itu dibuat oleh Orang-orang SDA dan dilakuan dengan cara yang tidak kami ketahui sebelumnya,” ujar Abdul Gani, Sekretaris DPW Papua Barat.
Abdul Gani mengungkapkan, sebelumnya orang-orang SDA mengundang sejumlah wilayah dilingkungan Indonesia bagian Timur dengan undangan melalui SMS, dan disitu bunyi undangannya dalam rangka verifikasi partai politik.”Ternyata berbeda dengan isi undangan yang berubah menjadi ajang dukungan. Celakanya, kita langsung disodori blangko dukungan yang isi pernyataan sudah dibuat oleh mereka,” ujarnya.
Seperti yang diuraikan Abdul Gani, selain pernyataan dukungan, Tim Sukses SDA juga meminta agar DPC di muktamar mendatang menyampaikan pemandangan umum untuk menyebutkan dukungan terhadap SDA. “Cara-cara seperti ini secara tidak langsung merupakan paksaan, ini yang merusak demokrasi ditubuh partai,” ucapnya.
Hal serupa dikemukakan Ketua Cabang Mamuju Sulawasi Barat Affryzal Abidin yang menilai cara-cara yang digunakan SDA untuk meminta agar dirinya dipilih kembali dengan “menodong” seperti itu merupakan bentuk penekanan kepada DPW dan DPC karena hal itu dilakukan pada saat SDA berposisi sebagai “incumbent” yang masih memiliki kekuasaan atas DPW dan DPC.
”Kami menganggap model seperti itu merupakan bagian dari cara yang akan mengkerdilkan partai, PPP di bawah kepemimpinan SDA sudah kecil sekarang mau dikerdilkan lagi dengan rekayasa pemilihan aklamasi. Memaksakan aklamasi tidak sesuai dengan asas demokrasi untuk memilih ketua umum PPP, apalagi hal itu dilakukan untuk orang yang jelas-jelas gagal dalam kepemimpinannya” kata Affryzal memberikan alasan. Senada dengan itu, Ketua DPC Kota Jayapura, Ketua DPC Sorong Papua Barat H Sanusi Iskandar Alam menyampaikan penolakannya terhadap SDA.
Menanggapi aksi protes dan keberatan cabang-cabang terhadap todongan aklamasi kubu SDA, Ketua DPP PPP Endin AJ Soefihara menyayangkan pihak-pihak yang merekayasa hal itu. Menurutnya adanya desakan kuat cabang-cabang menolak pemaksaan aklamasi membuktikan bahwa arus bawah cabang-cabang menghendaki agar demokrasi dapat berkembang di internal partai dan pemilihan Ketua Umum dilaksanakan dengan pola kompetisi yang sehat.
“Dengan membuka ruang adanya calon lain selain SDA, berarti kita memberikan kompetisi yang sehat menjauhkan penyeragaman. Aklamasi dan rekayasa terhadap pencalonan SDA seperti itu tidak mendidik kedewasaan organisasi dan proses rekrutmen kepemimpinan partai,” jelas Endin AJ Soefihara mengingatkan.
Mendukun AMQ
Hal itu terungkap dalam dialog interaktif antara kandidat Ketua Umum PPP Akhmad Muqowam dengan Pengurus DPC PPP se Papua, Papua Barat dan Sulawesi Barat, di Hotel Grand Clarion, Ujung Pandang, Selasa (24/5) malam. Rekayasa aklamasi untuk memilih kembali Suryadharma Ali alias SDA dipaksakan pada pertemuan di Hotel yang sama pada malam sebelumnya (23/5) terhadap DPC-DPC di wilayah Indonesia Timur.
Dalam acara Silaturahmi dan Dialog interaktif tersebut, Akhmad Muqowam disertai oleh rombongan DPP PPP diantaranya adalah : Anggota Majelis Syariah KH Masyhuri Malik, Sekretaris MPP Profesor HB Tamam Achda, Ketua DPP sekaligus Sekjen DPP PARMUSI Imam Suharjo, Ketua DPP Endin AJ Soefihara, Ketua DPW Jateng DR. Arief Mudatsir Mandan dan Mantan Anggota DPR RI Abdurrahman Sagaff.
“Kami akan tarik kembali tandatangan dukungan yang disodorkan pada kami, karena formulir serta pernyataan yang dipaksakan untuk ditandatangani itu dibuat oleh Orang-orang SDA dan dilakuan dengan cara yang tidak kami ketahui sebelumnya,” ujar Abdul Gani, Sekretaris DPW Papua Barat.
Abdul Gani mengungkapkan, sebelumnya orang-orang SDA mengundang sejumlah wilayah dilingkungan Indonesia bagian Timur dengan undangan melalui SMS, dan disitu bunyi undangannya dalam rangka verifikasi partai politik.”Ternyata berbeda dengan isi undangan yang berubah menjadi ajang dukungan. Celakanya, kita langsung disodori blangko dukungan yang isi pernyataan sudah dibuat oleh mereka,” ujarnya.
Seperti yang diuraikan Abdul Gani, selain pernyataan dukungan, Tim Sukses SDA juga meminta agar DPC di muktamar mendatang menyampaikan pemandangan umum untuk menyebutkan dukungan terhadap SDA. “Cara-cara seperti ini secara tidak langsung merupakan paksaan, ini yang merusak demokrasi ditubuh partai,” ucapnya.
Hal serupa dikemukakan Ketua Cabang Mamuju Sulawasi Barat Affryzal Abidin yang menilai cara-cara yang digunakan SDA untuk meminta agar dirinya dipilih kembali dengan “menodong” seperti itu merupakan bentuk penekanan kepada DPW dan DPC karena hal itu dilakukan pada saat SDA berposisi sebagai “incumbent” yang masih memiliki kekuasaan atas DPW dan DPC.
”Kami menganggap model seperti itu merupakan bagian dari cara yang akan mengkerdilkan partai, PPP di bawah kepemimpinan SDA sudah kecil sekarang mau dikerdilkan lagi dengan rekayasa pemilihan aklamasi. Memaksakan aklamasi tidak sesuai dengan asas demokrasi untuk memilih ketua umum PPP, apalagi hal itu dilakukan untuk orang yang jelas-jelas gagal dalam kepemimpinannya” kata Affryzal memberikan alasan. Senada dengan itu, Ketua DPC Kota Jayapura, Ketua DPC Sorong Papua Barat H Sanusi Iskandar Alam menyampaikan penolakannya terhadap SDA.
Menanggapi aksi protes dan keberatan cabang-cabang terhadap todongan aklamasi kubu SDA, Ketua DPP PPP Endin AJ Soefihara menyayangkan pihak-pihak yang merekayasa hal itu. Menurutnya adanya desakan kuat cabang-cabang menolak pemaksaan aklamasi membuktikan bahwa arus bawah cabang-cabang menghendaki agar demokrasi dapat berkembang di internal partai dan pemilihan Ketua Umum dilaksanakan dengan pola kompetisi yang sehat.
“Dengan membuka ruang adanya calon lain selain SDA, berarti kita memberikan kompetisi yang sehat menjauhkan penyeragaman. Aklamasi dan rekayasa terhadap pencalonan SDA seperti itu tidak mendidik kedewasaan organisasi dan proses rekrutmen kepemimpinan partai,” jelas Endin AJ Soefihara mengingatkan.
Mendukun AMQ
Pada Kesempatan Dialog tersebut, Calon Ketua Umum PPP Akhmad Muqowam menyampaikan gagasan-gagasannya agar PPP dapat bangkit berjaya lagi menjadi partai besar di pentas politik nasional. Menurutnya, akibat orientasi yang salah dalam kepemimpinan partai, PPP hari ini ibarat tubuh tanpa jiwa dengan dandanan yang tak berbeda dengan partai-partai lain yang ber-idiologi non keagamaan. Nilai-nilai kepemimpinan yang berlandaskan pada azas ke-islaman gagal ditampilkan pada publik, dan akibatnya konstituen tradisional menjadi kecewa dan berpindah pilihannya pada partai lain.
Kepemimpinan politik di PPP seharusnya dimaknai sebagai sarana penyelenggaraan kekuasaan yang diabdikan untuk mengejar dan memperjuangkan kepentingan umat dan masyarakat luas, bukan sebagi tangga pijak untuk mengejar kepentingan pribadi dan keluarga. Orientasi penyelenggaraan kekuasaan secara egois inilah yang membuat PPP semakin dijauhi oleh umat pemilihnya. Oleh karenanya AMQ bertekad bahwa ketika kelak dia terpilih, dia tidak akan menjadikan posisi Ketua Umum PPP untuk meraih jabatan menteri dan dia siap menanggalkan semua jabatan dan kesibukannya yang untuk hanya berfokus membesarkan partai dan mencegah PPP menjadi fosil dalam sejarah politik di Indonesia akibat tidak lolos ambang batas Parliamentary Treshold (PT) yang cenderung akan lebih besar dibanding Pemilu sebelumnya.
Setelah menyimak gagasan-gagasan yang disampaikan AMQ, Ketua dan Sekretaris dari sekitar 40 DPC yang hadir yang hadir saat itu, seluruhnya memberikan dukungan untuk Akhmad Muqowam sebagai ketua umum PPP 2011-2016.”Kami 5 cabang se Sulbar memiliki 12 suara akan memberikan pilihan untuk Pak AMQ. Jangan diminta dukungan tertulis, bila perlu tandatangan dengan tinda darah pun kami siap untuk AMQ,” ujar Affryzal, disambut aplaus seluruh peserta silaturahmi malam itu.
Kepemimpinan politik di PPP seharusnya dimaknai sebagai sarana penyelenggaraan kekuasaan yang diabdikan untuk mengejar dan memperjuangkan kepentingan umat dan masyarakat luas, bukan sebagi tangga pijak untuk mengejar kepentingan pribadi dan keluarga. Orientasi penyelenggaraan kekuasaan secara egois inilah yang membuat PPP semakin dijauhi oleh umat pemilihnya. Oleh karenanya AMQ bertekad bahwa ketika kelak dia terpilih, dia tidak akan menjadikan posisi Ketua Umum PPP untuk meraih jabatan menteri dan dia siap menanggalkan semua jabatan dan kesibukannya yang untuk hanya berfokus membesarkan partai dan mencegah PPP menjadi fosil dalam sejarah politik di Indonesia akibat tidak lolos ambang batas Parliamentary Treshold (PT) yang cenderung akan lebih besar dibanding Pemilu sebelumnya.
Setelah menyimak gagasan-gagasan yang disampaikan AMQ, Ketua dan Sekretaris dari sekitar 40 DPC yang hadir yang hadir saat itu, seluruhnya memberikan dukungan untuk Akhmad Muqowam sebagai ketua umum PPP 2011-2016.”Kami 5 cabang se Sulbar memiliki 12 suara akan memberikan pilihan untuk Pak AMQ. Jangan diminta dukungan tertulis, bila perlu tandatangan dengan tinda darah pun kami siap untuk AMQ,” ujar Affryzal, disambut aplaus seluruh peserta silaturahmi malam itu.
Tidak ada komentar: