You Are Here : Home »

Herman Akui Rekamannya

PEKANBARU - Aneh, setelah membantah, kini Walikota Pekanbaru Herman Abdullah malah mengakui rekaman suara yang berisi percakapannya dengan para camat dan lurah di kediaman walikota Pekanbaru pada 30 April 2011 lalu. Pengakuan itu dilontarkan Herman setelah ia memenuhi panggilan Panwaslu terkait pengaduan Tim Pemenangan Septina-Erizal.

Walikota Herman Abdullah mengakui beberapa rekaman yang dilaporkan Tim Pemenangan Septina Primawati-Erizal Muluk kepada Panwaslukada Pekanbaru. Herman memastikan 1 sampai 3 rekaman dari 10 rekaman yang diajukan Tim Pemenangan Septina-Erizal, adalah suaranya. Rekaman lainnya, diakui Herman, masih kabur atau samar-samar.

"Yang saya akui satu atau tiga rekaman," kata Herman kepada wartawan, di Kantor Panwaslukada Pekanbaru Jalan Thamrin Pekanbaru, kemarin.

Herman menjelaskan, rekaman yang diakuinya itu adalah rekaman suara saat ia mengumpulkan camat dan lurah di kediaman dinasnya pada tanggal 30 April 2011. Pada pertemuan tersebut, diakui Herman, juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Riau Mambang Mit. "Mengumpulkan camat dan lurah, itu betul. Memang dihadiri Mambang Mit," aku Herman.

Rekaman lainnya yang diakui Herman adalah rekaman pidatonya saat menghadiri silaturahmi akhir masa jabatannya bersama masyarakat. Selain itu, Herman juga mengakui satu lagi rekaman suaranya pada acara bersama masyarakat.

Ditanya wartawan tentang tujuh rekaman lainnya, Herman mengaku itu masih samar. "Yang lain itu (rekaman, red) samar-samar, kabu-kabur saja," jelas Herman.

Namun meskipun mengakui itu suaranya, Herman membantah telah mengintruksikan camat dan lurah untuk memenangkan pasangan Firdaus-Ayat. Herman juga bantah telah mengajak masyarakat untuk memilih pasangan Firdaus-Ayat.

"Saya tidak ada mengarahkan kesana kesini kesitu, saya tidak ada menghimbau (kepada pasangan Firdaus,red)," tegas Herman.

"Di Rekaman itu, saya tidak ada mengajak," tegasnya lagi. Selain klarifikasi rekaman suara, Herman juga dimintai klarifikasi tentang undangan acara Pemko Pekanbaru yang diduga melibatkan Firdaus.

Nah, mengenai undangan ini, Herman membantah bahwa pada acara-acara tersebut, dirinya sengaja mendatangkan Firdaus. Katanya, Firdaus sendiri yang nyelonong datang.

"Yang (undangan, red) di rumah (kediaman dinas Walikota, red), itu tidak pernah undang Firdaus. Itu untuk pegawai negeri, kita tidak pernah undang Firdaus," katanya.

"Yang (undangan, red) masyarakat di beberapa kecamatan, datang nyelonong saja Firdaus. 'Kan tak mungkin saya larang," tambahnya lagi.

Sebelumnya, di beberapa media massa diberitakan tentang rekaman dugaan pelanggaran yang dilakukan Herman Abdullah pada Pilkada Pekanbaru ini. Diantaranya rekaman suaranya pada sebuah acara yang mengumpulkan para camat dan lurah se Pekanbaru di kediamannya. Nah, rekaman inilah yang diakui Herman.

Berdasarkan data yang dikumpulkan seputarriau.com, dalam rekaman yang diakui Herman Abdullah itu, ada kalimat Herman yang diduga sebagai pelanggaran, yakni kalimat, “Saya yakin semuanya mendukung Pak Fir, Pak Ayat.. mendukung Pak Mambang.. kalau yang nomor dua itu kan tak ada camat dan lurah yang bekerja do ya? …Karena dalam hal ini tentu lebih lihai kita…”

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kada Pekanbaru, Suparleni, menegaskan bahwa Herman Abdullah memang mengakui beberapa rekaman yang ditujukan kepadanya tentang dugaan pelanggaran Pemilukada. "Memang ada yang diakuinya, dan ada yang diragukan Herman itu suaranya," tegas Suparleni. Dilanjutkan Suparleni, pihaknya akan memproses pengakuan Herman tersebut untuk dibahas. (tim)

About The Author

Setara Indonesia

Biographical Info - Share a little biographical information to fill out your profile. This may be shown publicly.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Goodnews is a News Magazine theme with unlimited colors, available for Blogger.

Scroll to top