"Pemberian gelar adat ini tidak ada kaitanya dengan pilkada, ini murni diberikan atas kepedulian yang ditunjukkan Gubernur Rusli Zainal terhadap masyarakat Minang, khususnya yang berada di Riau dan umumnya yang berada di Sumatera Barat," jelasnya usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Riau terkait pemberian gelar tersebut, Senin (9/5) di Kediaman Gubernur Riau.
Sayuti menjelaskan, Gubernur Riau HM Rusli Zainal telah menunjukkan kepeduliannya yang cukup tinggi terhadap masyarakat Minang, yang pertama adalah ketika terjadinya kebakaran istana Pagaruyung, Rusli Zainal merupakan Gubernur pertama dari luar Sumbar yang datang dan menyerahkan bantuan sebesar Rp 1 Miliar.
Selanjutnya Rusli Zainal juga menunjukkan kepeduliannya dengan meninjau langsung dan menyumbang Rp1 Miliar kepada masyarakat Padang yang ditimpa musibah gempa bumi, dan yang terakhir ketika terjadi gempa bumi dan tsunami di Mentawai. "Saat itu beliau dengan menggunakan Helikopter langsung ke Mentawai dan menyerahkan bantuan sebesar Rp1 Miliar," tukasnya.
Tidak hanya itu, Sayuti menjelaskan bahwa Gubri Rusli Zainal juga mampu menyatukan budaya Minang dan Melayu, yang memang sama-sama berlandaskan keislaman. "Jadi ini murni karena hubungan batin masyarakat Minang dengan beliau, karena beliau telah menunjukkan kepedulianya terhadap masyarakat Minang yang ada di Riau ini khususnya," tegasnya kembali.
Menurut Sayuti, berdasarkan beberapa pertimbangan itulah, yang menjadikan Gubri layak mendapatkan gelar tertinggi adat Minang Kabau yang saat ini belum bisa disebutkan apa gelar yang akan diterima gubri. "Untuk nama gelarnya belum bisa disebutkan sekarang, meski gelar tersebut telah berada dalam peti bunyi di Balai Kerapatan Adat Pauh Limo," tukasnya. (nik)

Tidak ada komentar: